Jumat, 06 Juli 2012

Menghindar dari Jebakan ' Hyper Parenting'


Menghindar dari Jebakan ' Hyper Parenting'
  1. Memprioritaskan kehidupan keluarga. Sempatkan waktu untuk menghabiskan waktu bersama keluarga, terutama dengan anak - anak. Tak ada kesempatan lebih efektif daripada menghabiskan waktu bersama. Ketahuilah, masa kanak berlalu begitu cepat. Tanpa kita sadari mereka tiba - tiba saja akan sibuk dengan sebayanya, pekerjaan dan akhiranya 'meninggalkan' kita.
  2. Menjadi 'konsumen' yang baik . Perkembangan dunia kesehatan, nutrisi, dan pendidikan tumbuh bak tren dalam dunia fesyen. Kembangkanlah sikap skeptis pada ketiga dunia itu. Keputusan yang diambil atas pertimbangan sendiri biasanya lebih baik. Begitu juga dengan tawaran prduk dan jasa untuk anak. Pertimbangkanlah, apakah itu benar dibutuhkan atau hanya untuk memanjakan anak.
  3. Sadari dimensi anak. Hindari menilai anak dari semua aspek kehidupannya. Masa kanak adalah masa persiapan, bukan tempatnya menempatkan standar kita kepada anak. Anak juga berhak gembira, bersenang - senang , beristirahat , dan mempunyai waktu luang yang mereka isi sesuai pilihan sendiri.
  4. Biarkan sesekali anak waktu ' tak produktif'. Orangtua kerap gerah melihat anak memanfaatkan waktu santainya dengan tanpa kegiatan produktif.'Waktu tak produktif ' itu justru merangsang anak untuk menciptakan sendiri kesenangannya. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar