Selasa, 17 Juli 2012

Kreatifkah Anakku ?

Kreatifkah Anakku ? Senangnya memiliki anak yang aktif dan kreatif. Hal ini menunjukkan betapa cerdasnya dia. Ada saat kita dibuat kesal dengan sikap kreatifnya yang berlebihan. Semua tembok dicoret – coret, mainan baru jadi rusak, dan seisi rumah jadi berantakan. Melihat keadaan itu , kita pasti marah. Namun dengan memarahinya, sama artinya Anda membatasinya dalam berkreatifitas. Menurut Prof. Dr. S.C. Utami Munandar penulis buku ‘ Mengembangkan bakat dan kreatifitas anak sekolah’,” kreatifitas anak tumbuh dan berkembang pada saat usia 1 – 4 tahun.” Pada usia itulah sel – sel otak anak sedang tumbuh dan berkembang dengan pesat. Untuk itu janganlah membatasi , apalagi memarahi perbuatan kreatif anak. Lalu bagaimana mengembangkan kreatifitas anak dan tetap mengarahkannya agar menyalurkan sesuai dengan kaidah yang benar. Perhatikan tips berikut ini :
  1. Ciptakan lingkungan yang membuat anak menjadi kreatif. Membawa anak bermain di taman atau pasir akan membantu anak untuk lebih kreatif. Biarkan anak melakukan apapun, tapi tetap anda perhatikan keselamatannya. Ingat jangan memarahinya, saat dia berbuat hal yang berbahaya atau melakukan kesalahan, tapi ajaklah dia untuk melakukan hal yang lain.
  2. Pahamilah. Anak paling suka mencoret – coret di dinding rumah , atau lantai. Biarkanlah anak melakukan itu. Cobalah solusi untuk memberikan papan tulis atau kertas, agar menjadi media dia mencoret – coret. Atau bisa juga memberikan kertas gambar , untuk dia menggambar. Kemudian hasil gambarnya anda bingkai atau cukup anda panjang di dinding rumah. Intinya anda berusaha memahami kemauannya, tapi sambil mengarahkannya ke hal yang lebih baik.
  3. Rangsang. Berilah permainan yang merangsang anak untuk kreatif. Ada banyak mainan sekarang untuk anak dari berbagai usia , yang dapat menumbuhkan kreatifitasnya. Temani anak anda dalam melakukan permainan itu, sehingga anak merasa bersemangat dan senang dengan permainan itu.  Berilah pujian untuk keberhasilannya.
  4. Tekankan pada proses. Jangan memaksakan anak menjadi jenius saat masih balita. Memang ada beberapa orangtua yang memaksakan anaknya untuk mengikuti beberapa kegiatan ,agar anaknya besok menjadi pemusik , pebalet , dll. Biarkan anak menentukan sendiri apa yang dia suka. Dan biarkan ia berkembang sesuai dengan usianya.
  5. Jangan mengkritik. Kritik adalah tanda tidak puas. Kritik tidak membuat anak menjadi lebih baik, malah membuat anak menjadi mundur. Setiap kritik yang kita lancarkan , hanya membuat anak menjadi kecewa.
Kelima tips di atas akan membantu anda dalam mengembangkan kreatifitas anak. Semoga bermanfaat untuk mengembangkan kreatifitas anak anda.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar