Selasa, 10 Juli 2012

Kegiatan Belajar ‘Brain – Based’ untuk Melejitkan ‘Number Smart’ dan ‘Word Smart’


Kecerdasan anak dalam hal kata dan angka ternyata bisa ditumbuhkan dan dilatih melalui aneka kegiatan sederhana. Sebelum memulai kegiatan belajar bersama anak, sebaiknya kita pahami betul ‘cara’ anak belajar. Hasil penelitian yang dilakukan selama berpuluh – puluh tahun menunjukkan bahwa anak – anak belajar:
  • Sambil bermain : pada masa kanak – kanak , bermain sama dengan bekerja.
  • Melalui pengalaman langsung: melihat, menyentuh, merasakan, mencium adalah bentuk pembelajaran dini terbaik.
  • Dengan mengobrol.
  • Dengan mencoba memecahkan masalah sungguhan.
  • Dengan menyelediki dan menjelajah. Kata kunci untuk itu adalah : “ Bagaimana kalau …?” , “Apa yang terjadi jika …?”.

Oleh karena itu, kita bisa membantu anak dengan cara:
  • Menjadi pendengar yang baik.
  • Mengajukan pertanyaan – pertanyaan yang bermutu, misalnya: Apa yang membuatmu berpikir begitu? Apa lagi yang bisa kamu lakukan? Bagaimana kamu bisa melakukan itu ? Bagian mana yang paling kamu sukai? Dari mana kamu mendapat gagasan itu?
  • Tidak membantu jika anak tak melakukan sendiri. Biarkan mereka memutuskan sendiri (sekalipun kita harus mengikat tangan atau menggigit lidah sendiri)
  • Tidak mengkritik
  • Bersabar
  • Menjadi pengamat yang baik
  • Menjadi pemandu sorak yang baik untuk anak

MENUMBUHKAN DAN MELATIH ‘CERDAS KATA’ DAN ‘CERDAS GAMBAR’
Sekarang kita bisa mulai melakukan aneka kegiatan untuk melejitkan word smart dan number smart anak.
  1. Kegiatan 1 :Mengajak bicara. Inilah bentuk stimulasi paling sederhana dari latihan bahasa. Bayi baru lahir sangat peka terhadap suara. Terbukti, saat mendengar suara keras ia akan menangis, sebaliknya saat mendengar musik lembut atau suara ibu ia menjadi tenang. Dengan mengajak bicara, bayi mendapat contoh bunyi yang kemudian hari akan ia praktikkan dengan cara mengoceh. Ini adalah tonggak dimulainya ‘keberbahasaan’ anak. Media teknik yang digunakan adalah perbanyak sentuhan sambil bicara . Hadapkan wajah ke anak agar ia bisa melihat jelas bahwa ‘asal’ suara adalah mulut.
  2. Kegiatan 2 : Membacakan cerita. Lakukan kapan saja kita sempat: di perjalanan, saat menunggu di bandara, tiap anak akan tidur. Jika ada buku favorit anak, sesekali biarkan anak yang bercerita pada kita. Media / teknik yang digunakan: Buku dengan aneka bentuk, fungsi dan tema, misal: buku pop – up, scratch and sniff, touch and feel, ensiklopedi. Pilih buku dengan gambar menarik, berwarna cerah dengan outline hitam.
  3. Kegiatan 3: Bermain huruf. Mulailah dari suara atau bunyi , bukan bentuk huruf. Misalnya, main tebak huruf A: siapa yang namanya dimulai dengan huruf A? Lalu sebutkan Ahmad, Ani, Andi,dll. Lanjutkan dengan nama buah yang dimulai dengan huruf A: anggur, apel, dll. Lakukan di mana saja: di jalan ( minta anak menemukan huruf A di papan reklame), ketika membaca buku (minta anak menemukan huruf A di semua buku tersebut). Media / teknik yang digunakan: mal huruf dari karton ( warna dibedakan untuk konsonan dan vokal, supaya anak langsung mendapat informasi tentang perbedaan konsonan dan vokal).
  4. Kegiatan 4 : merangkai cerita. Ajak anak memperhatikan ilustrasi di buku cerita. Sambil menunjukkan gambarnya, contohkan cara mengucapkan nama benda atau kegiatan,misalnya : “Wah, ada pak polisi sedang naik mobil polisi.” Media / teknik yang digunakan: buku bergambar tanpa kata , potongan – potongan gambar dari majalah, kertas folio bekas yang masih bisa dipakai bagian belakangnya.
  5. Kegiatan 5 : mengenal bentuk geometri. Tunjukkan bentuk – bentuk geometri dari kertas atau dari kain yang kaku, atau puzzle geometris dari kayu yang dibeli dari toko mainan edukatif. Media / teknik yang digunakan: aneka bentuk geometri ( masing – masing sepasang, supaya agar bisa disamakan)
  6. Kegiatan 6 : pengenalan pola. Susunlah pola tertentu memakai kancing berwarna,misalnya pola ‘biru – kuning’, sebanyak dua buah. Lalu minta anak meneruskannya. Media / teknik yang digunakan: aneka benda ( jumlahnya harus cukup banyak) misalnya : stik es krim warna warni, gelas plastic tinggi – pendek, dll.
  7. Kegiatan 7 : mengenalkan konsep matematika. Lakukan kapan saja. Saat belanja misalnya, ajarkan pengelompokkan: telur di rak, es krim di lemari pendingin. Di kegiatan sehari – hari, mintalah anak menata sepatu sesuai pasangannya, menghitung beberapa pasang sepatu yang sudah disusun , dan menjawab pertanyaan “ Kalau sepatu mana dipakai, sepatunya tinggal berapa pasang?” Media / teknik yang digunakan : aneka baha untuk mengenalkan konsep hubungan satu – satu, diambil, ditambah, dibagi, dll.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar