Rabu, 11 Juli 2012

Cara Menggendong Bayi Yang Benar

Cara Menggendong Bayi Yang Benar
Banyak orangtua yang langsung jatuh hati  begitu melihat bayinya pertama kali. Ia begitu mungil dan menggemaskan. Tak tahan rasanya ingin segera menimang. Hari – hari pertama kelahiran si kecil nampak begitu ringkih, lemah, seakan tak berdaya. Karenanya banyak orangtua – terutama orangtua baru – begitu kuatir bila ingin menggendongnya. Padahal bayi senang sekali digendong. Karena ia akan merasa dicintai dan dijaga orangtuanya. Kehangatan dan kenyamanan yang ia rasakan selama 9 bulan dalam rahim ibunya, kembali terasa lewat timangan.

TAHAPAN MOTORIK DAN GAYA MENGGENDONG
Bayi memiliki ‘modal’  untuk survive. Modal itu berupa gerakan refleks bersumber dari insting. Asal tahu saja, gerak refleks ini sudah ia kuasai sejak dalam kandungan. Beberapa gerak refleks yang biasa dilakukan bayi  adalah refleks Moro. Lala ada refleks menghisap, menelan, dan mencari sumber makanan dan kenyamanan. Seiring dengan bertambahnya usia dan perkembangan sistem saraf bayi, gerakan refleks pun berkurang. Sebagai gantinya, muncullah gerakan motorik. Gerakan motorik berkembang pertama adalah bagian kepala dan leher. Terakhir barulah tubuh bayi. Berikut ini adalah tahapan perkembangan motorik bayi, dan kesiapan tubuhnya untuk ditimang:

Usia 1 bulan
Tak heran, meski belum bisa mengangkat tubuhnya, si kecil yang baru berumur 1 bulan mulai bisa menggerakkan dan mengontrol gerak kepalanya. Bila Anda ingin menggendong:

  • Letakkan tangan kanan di kepala dan leher bayi. Sementara itu sisipkan tangan kiri pada punggung dan bokongnya.
  • Peganglah seluruh badan bayi dengan kuat dan erat, lalu angkatlah dan dekap si kecil ke dada, tentu jangan sampai menutup jalan pernapasannya.
  • Setelah itu letakkan kepala bayi pada lipatan siku. Sedangkan tangan yang lain tetap menahan bokong bayi, yang sekarang dalam posisi terlentang.
Satu hal yang perlu diingat adalah posisi kepala harus lebih tinggi daripada bokong bayi. Ada cara lain yang bisa Anda coba:

  • Gendong gaya ‘cradling hold’ : bayi berbaring di sepanjang salah satu lengan, dengan kepala berada di lipatan siku dan berdekatan dengan dada. Tangan yang lain menahan bagian punggung hingga bokong bayi.
  • Gendong gaya ‘ football’. Kepala bayi dan sebagian punggung serta leher, ditopang oleh salah satu lengan. Posisi bayi sejajar dengan bagian pinggang / sisi tubuh ibu. Model seperti ini memang dijarang dilakukan ibu – ibu kita.
Usia 2 bulan
Di akhir usianya yang ke 2 bulan, si kecil sudah bisa  mengangkat lehernya jika ia diletakkan dalam posisi menelungkup. Bayi mulai senang digendong dengan posisi tegak seperti saat disendawakan. Gaya menggendong ini dikenal dengan ‘ shoulder hold’. Posisi ini membantunya membuka mata dan memusatkan perhatian. Sentuhan perut di dada ibu membuatnya lebih nyaman dan hangat karena ia masih bisa mendengar detak jantung ibunya yang biasa ia dengar saat di dalam rahim.
Usia 3 bulan
Saat si kecil  berusia 3 bulan, dengan sedikit pertolongan, ia sudah bisa melakukan posisi setengah duduk di atas pangkuan. Memang, kepalanya masih belum tegak benar. Tapi rasa percaya dirinya meningkat pesan . ia juga bisa menengok ke kanan dan ke kiri, mencari suara yang ingin didengarnya. Ia akan lebih senang digendong dengan posisi bersandar menghadap ke muka, di antara sela siku Anda dan pinggang sementara satu tangan yang lain menopang bokongnya.

Usia 4 bulan
Kini bayi berumur 4 bulan, seluruh tubuhnya, mulai dari kaki hingga kepala bertambah gemuk. Ini disebabkan otot – ototnya bertambah dan menguat. Pada usia ini otot tubuh si kecil menguat dua kali lipat dari sebelumnya. Posisi menggendong seperti mendudukkannya dengan punggung bersandar pada dada dan perut Anda akan jadi favorit. Topang dada dan bokong dengan salah satu tangan. Si kecil senang sekali melihat – lihat pemandangan di sekelilingnya.

Usia 5 bulan
 Ketika si kecil berusia 5 bulan, berat badannya mencapai dua kali dari berat lahir. Saat itu ia menemukan fleksibilitas dalam menggerakkan badannya. Misalnya berguling. Sekarang bayi jadi lasak. Untuk itu, sebaiknya gunakan kain gendongan bila ingin menggendongnya. Ini akan mencegah bayi terjatuh. Di Amerika Serikat , kain gendongan seperti ‘amben’ yang sudah lama kita kenal, kini banyak digemari. Selain akan memudahkan saat menggendong bayi, kain menyamankan pula. Si ibu pun bisa terus mengerjakan pekerjaan rumah tangganya atau berbelanja karena kedua tangannya bebas. Gendong gaya ‘hip – hold ‘ pun bisa dipraktikan sekarang. Caranya, dudukan bayi pada salah satu tulang panggul ibu. Kemudian, bengkokkan siku lengan ibu guna menahan pinggang si kecil. Gaya seperti ini akan membuat si bayi leluasa melihat sekeliling. Ibu pun dapat beraktivitas dengan menggunakan satu tangan yang bebas.

Usia 6  bulan
Di usia 6 bulan, kemampuan mengontrol berbagai gerakan meningkat pesat. Kala berbaring, ia bisa mengangkat kepala dan bahunya, menggulingkan badan, dan menendang – nendang saat digendong. Makanya, banyak ibu entah di pedesaan Indonesia atau di Afrika, bahkan Amerika, yang menggendong anaknya dibelakang punggungnya. Tentunya dengan bantuan kain gendong. Dengan cara ini si ibu bisa mencuci piring, menyapu, atau melakukan perjalanan yang cukup panjang.
Pada dasarnya menggendong bayi dengan teknik apapun tak akan mencendarai bayi. Sepanjang Anda memegang bagain kepala dan punggung, si kecil terasa nyaman di kedua lengan Anda, itu artinya Anda sudah sukses menggendong bayi. Untuk bayi yang lebih besar – sebelum ia bisa duduk sendiri – gaya ‘duduk ‘ di pangkuan lengan akan lebih disukainya. Selamat mencoba!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar